Agenda Akhir Pekan Wamentan Sudaryono di Jawa Tengah
Kebumen – Banjarnegara, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, menjalani kunjungan kerja maraton di Jawa Tengah, Sabtu (20/09/25). Pagi hingga siang, ia membuka Jambore Nasional Jaringan Tani Muhammadiyah (JAMNAS JATAM) 1 di Gombong, Kebumen. Sore harinya, Sudaryono bergeser ke Banjarnegara untuk melepas ekspor 60 ton tepung mocaf ke pasar mancanegara. Di Gombong, Sudaryono memuji komitmen Muhammadiyah dalam membangun sektor pertanian dan kedaulatan pangan. Ia menekankan bahwa program pertanian pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. “Program pertanian tidak bisa hanya bergantung pada presiden. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat untuk bersama memajukan bangsa,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah tani.
Semangat kedaulatan pangan juga disorot Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, Nurul Yamin. Menurutnya, tema “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran” selaras dengan visi Tanwir Muhammadiyah di Kupang, yang menuntut kerja sama lintas pihak dan inovasi berkelanjutan. Usai acara di Kebumen, Sudaryono melanjutkan perjalanan ke Banjarnegara. Di Desa Bawang, ia melepas ekspor 60 ton modified cassava flour (mocaf) senilai 625 juta rupiah yang diproduksi PT Rumah Mocaf Indonesia bersama Koperasi Desa Merah Putih. Sudaryono menilai mocaf sebagai produk strategis: bahan bakunya singkong melimpah di dalam negeri, gluten free, dan diminati pasar global. “Mocaf baik untuk kesehatan, termasuk bagi yang diet.
Pemerintah mendorong substitusi terigu hingga 35 persen agar impor berkurang,” jelasnya. Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberi mandat untuk memaksimalkan produksi lokal dan mengekspor bila surplus. Rangkaian agenda ini menegaskan komitmen Kementerian Pertanian menggerakkan masyarakat sekaligus memperluas pasar produk lokal, dari penguatan jaringan petani Muhammadiyah hingga peningkatan ekspor berbasis singkong.